Assalamualaikum Wr Wb! Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Bikum ! Terima Kasih atas Kunjungannya Ke Web Kami Yang Sederhana kami ini ! Semoga Bermanfaat Buat Pengunjung Semuanya. Amin

KUA P. Selatan Meraih Prediket KUA Teladan Tk. Kab. Bireuen Tahun 2015

TIM Penilai KUA Teladan Tahun 2015 Tk. Provinsi Aceh

Terus Berbenah demi Meningkatkan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat

Alhamdulillah, Penghulu KUA P.Selatan Meraih Juara I Dalam Event Lomba Baca Kitab Se-Kab. Bireuen

Keluarga Sakinah Kab. Bireuen Tahun 2015

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Agustus 2014

Keluarga adalah Amanah Allah


 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRT_NysKFMU6mLm5oYUCWMGCGXBCvYerfVvw6zvqFTN61nMaTnjeFS7Bpp-BqK4UJi5i8kymB8OBAFRQPKLt9zg3GIsJcxydLd0fnRfGE_jJXCr67BX7x7TSjgkuwViVxxNLdxIAzSNp4b/s1600/keluarga.bmp

Setiap rumahtangga yang ingin selalu dinaungi rahmat oleh Allah SWT, semua anggotanya harus selalu berusaha menggapai ridloNya. Hal apa saja yang membuat Allah ridlo, harus senantiasa diupayakan untuk dilaksanakan semaksimal dan sebaik mungkin. Dan hal apa saja yang membuat Allah murka, hendaknya diupayakan untuk dihindari dengan kesungguhan yang nyata.

Seseorang yang berniat membina rumahtangga, hendaknya mempersiapkan diri untuk mengemban amanah dari Allah. Amanah tersebut tidaklah ringan dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Isteri dan anak adalah amanah utama bagi seorang suami. Apa yang dilakukan isteri dan anak, suami ikut mendapat imbalannya. Jika amal bagus, maka ia akan ikut mendapat pahala. Jika amal tidak baik, maka ia akan ikut mendapat dosanya.

Seorang kepala keluarga juga seharusnya bisa mengendalikan rumahtangganya di jalan Allah. Apa yang diberikannya untuk anak isteri, apa yang diajarkannya kepada anak-anaknya tentang kebajikan, apa yang dilakukannya di luar rumah dan apa yang menjadi tujuan hidupnya haruslah di jalan yang diridloi Allah.
Memberi nama yang baik, memberi pendidikan yang Islami, memcari rizki yang halal adalah contohnya. Mengajari anak kebajikan sejak dini juga bisa menjadi bekal yang bisa membawa si anak selalu berada di jalan Allah.

Shalat berjamaah adalah salah satu hal penting agar Allah senantiasa merahmati rumahtangga yang dibina. Meskipun -misalnya- seorang kepala keluarga juga mendapat tugas untuk menjadi imam di suatu masjid di luar rumahnya, tapi ketika kembali ke rumah seyogianya dia tetap siap menjadi imam bagi isteri dan anak-anaknya. Selain pahala dan manfaat jamaah sangat banyak, juga menjadi contoh bagi anak-anak bahwa seorang ayah dengan kesibukannya, tetap punya waktu untuk keluarga.
Demikian juga mendidik anak dalam bergaul dan berteman. Memang kita tidak boleh membedakan kaya dan miskin dalam mencari teman, tapi memilih yang akhlaq dan pendidikannya baik adalah suatu hal mutlak, sehingga anak kita mendapat pengaruh yang baik, bukan sebaliknya.

Ada sebagian pendapat sesepuh kita mengatakan, hendaknya anak-anak kita jangan dibiarkan berkeliaran di luar pada saat senja atau maghrib. Ternyata itu memang ada benarnya, karena waktu maghrib sampai isya, rahmat Allah turun kepada orang-orang yang sedang beribadah, menjalankan shalat wajib dan sunnah, membaca dan atau mengajarkan Qur'an dan seterusnya. Jika anak kita tidak di rumah ketika rahmat itu turun, jelaslah dia tidak akan mendapatkannya.

Semoga kita dipilih Allah menjadi hamba-hambaNya yang selalu mendapat rahmatNya. Amien.

*oleh-oleh ngaji di Ustad al Habib Shaleh Alaydrus pada hari jumat terakhir di bulan Sya'ban 1430 H. semoga bermanfaat*

sumber : http://kuaklojen.blogspot.com

Impian Menikah di Usia Muda


 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb6c8Hcvk8lnH074FpEgIJ_u_BITllAHTqZtPvB4B1y2WJ0bEA158X5rJbA-TmiZyt6cXlbARZdyaqtLk9YiV8_IvvhmfuAs7JHYJ_ksudjNJWwS8sRNKlNZA4bgKXmjfDbJMDVoJ4IQE/s72-c/dream8.jpg
Oleh : Ust. Taufiqurrahman. MA

Bagi Anda kaum hawa, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menikah muda. Apalagi, biasanya kaum wanita dihadapkan pada pilihan "menerima atau menolak" bila ada permintaan dari calon pasangannya. Karena itu, selain istikharah dan musyawarah dengan orang tua atau guru, perlu juga mempertimbangkan hal-hal krusial ini. Sebab, pastinya, semua pasangan pasti berharap hubungannya berakhir di pelaminan.

Tidak sedikit pula dari para wanita yang ingin menikah pada usia muda. Apa Anda salah satunya? Sebelum nikah muda ada baiknya jika Anda mempertimbangkan beberapa hal ini. Ternyata, banyak hal yang perlu dipertimbangkan berguna agar tidak menyesal nantinya. Bagi Anda yang berencana nikah muda, sebaiknya simaklah tujuh alasan mengapa tidak baik menikah pada usia yang masih terlalu dini, seperti yang dilansir dari Lovelyish.


1. Sulit Menemukan Pria yang Serius & Berkomitmen

Sebelum memutuskan menikah muda, pertimbangkan baik-baik apa kekasih sudah cukup dewasa dan bisa berkomitmen. Ingat, pernikahan bukan hanya atas dasar cinta melainkan tanggung jawab menjalani kehidupan bersama.

Oleh karena itu, jika Anda sudah merasa sangat cocok dengan pasangan, lebih baik persiapkan diri untuk kehidupan setelah menikah. Banyak bertanya dan sharing dengan keluarga serta kerabat dekat supaya punya gambaran tentang kehidupan pernikahan.

2. Menyesal di Kemudian Hari

Anda pasti tidak ingin menyesal di kemudian hari. Membina kehidupan rumah tangga tidak semudah menjalani hubungan ketika masih pacaran. Tidak bisa dipungkiri, tanggung jawab dan beban setelah menikah lebih berat daripada saat Anda berstatus single. Untuk itu, sebaiknya menikahlah jika Anda dan pasangan sudah siap secara lahir dan batin.

3. Finansial yang Stabil

Finansial atau ekonomi yang belum stabil dapat memperburuk kehidupan pernikahan. Anda harus berusaha untuk membayar tagihan listrik, rumah, dan biaya lainnya. Terlebih lagi jika Anda berdua belum memiliki karier. Maka dari itu, alangkah baiknya kalau Anda dan pasangan menabung dulu untuk masa depan.

4. Perceraian Itu Tidak Mudah

Menurut National Center for Health Statistics, setengah dari kasus perceraian terjadi pada pasangan yang menikah muda. Umumnya, dikarenakan umur hubungan yang tidak lebih dari 10 tahun. Hal ini membuktikan bahwa pernikahan dini memiliki tingkat kegagalan yang cukup tinggi. Perceraian pun butuh banyak pengeluaran serta penyesalan mendalam.

5. Anda Perlu Waktu untuk Mengeksplor Pilihan Pendamping Hidup

Mencari pendamping hidup tidaklah mudah. Anda butuh pengalaman kencan dengan beberapa pria agar tidak salah dalam menentukan pilihan. Semua wanita pasti hanya ingin menikah satu kali. Oleh sebab itu, ada baiknya menikah pada usia yang sudah matang, ketimbang buru-buru nikah muda hanya karena cinta sesaat.

6. Tanggung Jawab & Beban yang Berat

Tanyakan pada diri, apakah Anda siap menghabiskan masa muda dengan membayar semua tagihan, mengurus anak dan suami. Karena jika jawaban Anda adalah 'tidak', maka menikah bisa menjadi beban dikemudian hari. Tidak terburu-buru menikah, juga bisa memberikan waktu bagi Anda untuk melihat apakah si dia termasuk orang yang bertanggung jawab atau tidak.

7. Stres yang Berkepanjangan

Jika belum siap menghadapi kehidupan pernikahan, Anda bisa mengalami stres yang berkepanjangan. Beberapa hal yang dapat menimbulkan pertengkaran sehingga menyebabkan Anda stres adalah masalah keuangan, keluarga dan kerabat, hingga masalah pengurusan anak. Beban pikiran yang terlalu berat bisa membahayakan kesehatan fisik dan mental. Jadi, pertimbangkan dengan matang mengenai keputusan Anda untuk menikah.

Nah, bagaimana? apa Anda sudah lebih enjoy dengan point-point di atas. Utamakan masa depan, sebab pernikahan menjadi titik tolak perubahan hidup Anda menuju cita-cita yang Anda idam-idamkan sejak kecil.

sumber : http://kuaklojen.blogspot.com

Sabtu, 05 April 2014

Peserta Silatas SIMKAH Studi Banding Ke KUA Teladan Nasional 2013

[Semarang | Mulyadi] Jumat (05/4) Peserta Silatnas SIMKAH asal Aceh melakukan studi banding ke KUA Teladan Nasional 2013 yang berada di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Adapun KUA yang dikunjungi mereka adalah KUA Kec. Gondomanan Kota Yogyakarta Prop. Yogyakarta dan KUA Kec. Pringsurat Kab. Temanggung Prop. Jawa Tengah yang mana masing-masing dari KUA tersebut meraih peringkat 1 dan 2 dalam pemilihan KUA Teladan Nasional 2013 lalu.

Bertolak dari Mess Kanwil Jawa Tengah, keempat peserta silatnas dari pagi sudah mempersiapkan diri untuk keberangkatan studi banding ini. berkisar pukul 10.05 wib peserta sudah tiba di KUA Pringsurat dan langsung di sambut oleh H. Eko Widodo selaku Kepala KUA Pringsurat. Satu kesan yang sangat membahagiakan bagi seluruh peserta adalah disaat mereka disambut dengan penuh kehormatan dan bersahabat oleh Kepala dan Staf KUA serta diberikan informasi yang sangat detail.

Irham salah seorang peserta silatnas dari Aceh Tengah menerangkan bahwa banyak pelajaran berharga yang kami dapat saat berkunjung ke Juara KUA Teladan ini. Masing-masing KUA memiliki keunggulan dan motivasi tersendiri dalam hal memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat. Pemandangan yang paling menarik yang kami lihat adalah penataan kantor secara modern dan rapi, pengarsipan data secara baik dan aman, digitalisasi pelayanan dan lain sebagainya.

“3 Hal yang harus kita terapkan guna tercapainya visi misi kantor, yaitu keterbukaan, kebersamaan dan keteladanan." tegas Irham mengulang motivasi yang disampaikan oleh Pak Eko Widodo. "jika 3 hal itu kita terapkan di kantor, yakinlah apapun yang menjadi target kita akan segera tercapai dan itulah yang kami terapkan sehingga alhamdulillah kami meraih predikat Juara 2 Nasional" tambahnya.

Lebih lanjut Irham menjelaskan, diantara keberhasilan KUA Pringsurat adalah memanfaatkan segala hal yang masih bisa dipakai, jangan terlalu cepat menjadikan suatu barang itu sampah karena pada prinsipnya semua barang masih bisa disempurnakan tergantung kemauan dan 'kacamata seni' yang kita gunakan.

setelah diakhiri dengan foto bersama dengan Ka.KUA dan seluruh staf KUA Pringsurat, peserta melanjutkan studi banding ke KUA Gondomanan yang terletak di kota Yogyakarta dengan menempuh jarak lebih kurang 2 jam perjalanan. Pada umumnya konsep yang dibangun KUA Gondomanan hampir sama dengan KUA Prinsurat. Akan tetapi dari segi penataan kantor, Saat pertama kita memasuki KUA Gondomanan, kita akan langsung terbayang memasuki kantor modern atau lebih tepatnya seperti memasuki bank, terbayang oleh anda bagaimana suasana di dalam bank, begitu juga suasana yang kita lihat di KUA Gondomanan, bersih, rapi, modern dan mantaplah, ujar Saifuddin peserta silatnas asal Aceh Tamiang. Kesimpulan akhir yang bisa saya sampaikan adalah bahwa penataan kantor, pengarsiapan data, pelayanan modern, semangat berbuat dan melayani, dan terpenting adalah keikhlasan dalam berbuat serta berkarya adalah kunci dua KUA ini menjadi juara." tegasnya. Dan kedua KUA ini sudah integritas data dengan dukcapil masing-masing propinsi sehingga memudahkan pengmabilan data dan validasi data catin."tutupnya.

Jumat, 04 April 2014

Peserta asal Aceh tiba di Semarang

Sebanyak 4 peserta dari Aceh mengikuti kegiatan Silatnas (Silaturrahim Nasional) SIMKAH (Sistem Informasi Manajemen Nikah) dan Koordinasi Pengembangan SIMBI ( Sistem Informasi Manajemen Bimas Islam) telah tiba di semarang kamis malam pukul  21.00 Wib. Keempat peserta tersebut ialah T. Erdika Usiandra (Kab.Aceh Utara), Irham, SS (Kab.Aceh Tengah), Mulyadi, S.H.I (Kab.Bireun), dan Saifuddin, S.Sos.I (Kab. Aceh Tamiang).  

Acara Silatnas akan dilaksanakan di Islamic Center Semarang pada tanggal 5-6 April 2014, sedangkan Acara Koordinasi Pengembangan SIMBI akan dilaksanakan pada tanggal  5-7 April 2014 bertembat di Hotel Horison Semarang.

Silatnas SIMKAH tahun ini bukan hanya sebatas silaturrahim biasa karena silaturrahim kali ini akan digandeng dengan pelatihan nasional dimana akan dihadiri oleh seluruh operator SIMKAH seluruh Indonesia. Pelatihan akan langsung dipandu oleh pengurus FK-OSI (Forum Komunikasi Operator SIMKAH Indonesia) Pusat. Dalam acara tersebut juga akan diluncurkan Fitur-fitur SIMKAH terbaru, antara lain : Pengumuman kehendak nikah melalui sosial media (Facebook dan Twitter), integerasi data bersama pemda setempat, yang saat ini sedang dijajaki kerjasamanya di tingkat kementerian, laporan nikah via SMS ke kanwil juga bisa dilakukan melalui SIMKAH tanpa menggunakan Handphone artinya operator langsung bisa mengirimkan SMS ke server kanwil melalui SIMKAH sesuai dengan format yang sudah ditetapkan, dan fitur lainnya.
 
insya Allah direnecanakan hari ini (04/04/2014) peserta asal Aceh akan melakukan kunjungan ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah yang merupakan Juara 2 KUA Teladan Tingkat Nasional tahun 2013 untuk melihat dan belajar akan kamajuan dan perkembangan yang telah dicapai oleh KUA tersebut.

Jumat, 28 Maret 2014

Membangun Keluarga Bahagia dengan Keikhlasan

Ikhlas berasal dari bahasa Arab yang asal katanya khalasa yakhlusu khuluus, yang berarti bersih, jadi apabila ada yang mengatakan khalas artinya sudah clear atau sudah beres. Sedangkan berkaitan dengan akhlak , ikhlas berarti takhlisul qalbi min aghradin siwaLLah, yaitu meniadakan dan membersihkan hati dari tujuan yang selain dari Allah.

Karena itu dalam hadits disebutkan al ikhlas muhhul ibadah, bahwa ikhlas adalah otak, prosesor atau spirit dan kekuatan utama dalam ibadah.  Fungsi ikhlas sebagai otak ini adalah karena amal ibadah yang memang merupakan tujuan utama Allah menciptakan manusia di bumi ini tidak akan bisa kita dapatkan spiritnya dan dampak baiknya termasuk konsekwensi adanya pahala secara maksimal jika kita tidak menyertainya dengan ikhlas.  

Orang yang menjalankan shalat, tapi karena dia ingin dipuji oleh orang lain, maka dia tidak akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah kecuali dia hanya akan mendapatkan pujian dari orang itu. Orang yang bersedekah agar dia dikatakan sebagai dermawan, hanya akan mendapat pujian tanpa pahala. Pada saat tidak ada yang memujinya saat bersedekah, maka dia akan kehilangan spirit untuk bershadaqah lagi.  Begitu juga seorang suami, ketika dia bekerja tujuan adalah untuk Allah SWT yang memerintahkan merawat dan  menyenangkan anak, isterinya sebagai tanggung jawab dia sebagai seorang pemimpin, maka dia tidak akan mendapatkan sekedar uang saja  tapi dia juga mendapatkan pahala yang berlipat. 

Begitu pula seorang ibu rumah tangga yang menjalankan aktifitas sebagai ibu rumah tangga, melayani suami dan mendidik anak-anaknya itu akan semua akan mendapatkan balasan yang setimpal dihadapan Allah disamping pujian dan cinta kasih dari suami dan anak-anaknya tapi dengan satu syarat  dia melakukan itu tujuannya apa yang dilakukannya  hanya karena Allah agar suaminya senang dan anak-anaknya terdidik dengan baik dan semua keluarga menjadi bahagia. Itulah yang disebut ikhlas.  ikhlas ini tempatnya ada didalam hati dan tidak bisa dikatakan tapi hanya bisa dirasa dari perbuatan yang dia lakkukan. Karena itu apa bila kita ingin ikhlas, kita butuh riyadloh atau latihan dan mujahadah atau kesungguh-sungguhan hati dalam menjalankan segala hal.

Bagaimana bisa ikhlas?

Berdasarkan hadits innamal a’malu binniyat wainnama likullim riin manawa mengindikasikan adanya rumus  yang bisa kita lakukan agar bisa ikhlas .

Pertama niat itu tempatnya dalam hati, ikhlas tempatnya juga didalam hati, karena itu biar kita ikhlas maka fungsikanlah hati dalam setiap perilaku dan amal perbuatan yang  kita lakukan. Contoh, kalau mau shalat, fungsikan hati, ya Allah saya mau shalat untuk Engkau ya Allah. Ya Allah saya mau berderma demi Engkau untuk menolong fakir miskin , maka ini kalau kita fungsikan hati kita kita akan menjadi orang ikhlas dan mendapatkan manfaat dari ikhlas itu sendiri, lha kalau yang kita fungsikan nafsu, ya nda akan dapat, kalau mau shalat hanya ingin dipuji mertua, atau berderma demi pujian sesama kita akan kehilangan ke ikhlasan.

Kedua klita harus bisa menanamkan Allah didalam hati. Seperti dalam surat al Ikhlas kita tidak menemukan kalimat ikhlas dalam ayatnya, yang ada hanya Allah dan perintah meng Esakan Allah. Bila seseorang mampu menanamkan Allah didalam hatinya, hanya ridlo Allah yang diburu dari setiap langkahnya, maka dia disebut mukhlisin, orang yang ikhlas.

Bila seseorang mampu memperlakukan isteri dengan baik hanya karena Allah, memperlakukan suami hanya karena Allah, merawat Anak hanya karena Allah bukan karena kebanggaan sesaat, dan lain sebagainya maka dia telah berhasil menempa diri menjadi seorang ikhlas. Membangun keluarga bahagia dengan keIkhlasan.
 
sumber : http://kuaklojen.blogspot.com

Kamis, 04 April 2013

KUA Peusangan Selatan Mulai Gunakan FINGER PRINT


Dalam rangka peningkatan pelayanan, kinerja dan disiplin pegawai, KUA  Kec. Peusangan Selatan Kab. Bireuen terhitung 1 April 2013 resmi menggunakan finger print secara penuh. Keputusan tersebut diambil M. Kafrawi, S.Ag selaku Kepala KUA setelah melihat uji coba penggunaan absen elektrik ini berhasil dan membawa dampak positif bagi  peningkatan pelayanan terhadap masyarakat.

“Disiplin pegawai meningkat tajam dan itulah diantara keberhasilan uji coba finger print yang kami lakukan dan saya sangat meyakini bahwa kedisiplinan adalah awal keberhasilan dalam pelayanan terhadap masyarakat” tegas Kafrawi. Jika pegawai disiplin maka kebutuhan masyarakat akan terpenuhi secara maksimal dan etos kerja pegawai-pun akan semakin meningkat. 

Sedangkan untuk ketentuan hari dan jam kerja serta jadwal scan sidik jari (finger print) kami merujuk pada Surat Edaran Ka.Kanwil Kemenag Aceh No. 38 Tahun 2013.

KUA Kec. Peusangan Selatan sangat bercita-cita ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, maka dari itu usaha untuk mewujudkan cita-cita tersebut sedang dirintis secara bertahap. Sebelumnya KUA Kec. Peusangan Selatan telah berhasil menggunakan aplikasi SIMKAH dalam proses pencatatan nikah, tambahnya.

Tgk. Zakaria salah seorang masyarakat yang juga menjabat sebagai Tgk Imum Gamplong Blang Mane, menyambut positif keputusan KUA terhadap peningkatan pelayanan masyarakat dan berdasarkan pengamatannya KUA Peusangan Selatan saat ini sudah jauh berkembang dari sebelumnya. (MS)

Jumat, 29 Maret 2013

KUA Diwajibkan Menerapkan Layanan Online Administrasi Nikah (e-Nikah)

Jakarta, bimasislam-- Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan KUA dalam pencatatan nikah dan rujuk, Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah akan mewajibkan kepada seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) untuk menerapkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) sebagai sarana pendukung pencatatan data nikah. Demikian dikatakan oleh Direktur URAIS dan Pembinaan Syariah, Dr. Muchtar Ali, MA di Jakarta (28/3).

SIMKAH adalah aplikasi pencatatan nikah berbasis teknologi informasi yang saat ini telah dipergunakan oleh sebagaian KUA Kecamatan dalam pengelolaan data nikah dan rujuk. Kedepan, sambungnya, pengembangan aplikasi pencatatan data ini akan diintegrasikan dengan penggunaan e-nikah pada KUA yang ditargetkan terealisir pada seluruh kecamatan pada tahun 2014.

Dalam keempatan terpisah, Kasubdit Pemberdayaan KUA, Yayat Supriyadi, M. Si menanggapinya bahwa untuk menerapkan kebijakan tersebut, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai terobosan. ”Kebijakan ini sudah tidak dapat dihindari lagi, apalagi UKP4 telah menjadikan layanan online sebagai salah satu standar kualitas layanan pemerintah”, terangnya. Oleh karena itu, sambungya, kewajiban KUA menggunakan media online menjadi kenicayaan sejarah dimana aplikasi SIMKAH yang selama ini dikembangkan akan terintegrasikan ke sistem e-Nikah.

Lebih lanjut dikatakan, langkah penting yang sedang disiapkan adalah instruksi Dirjen Bimas Islam yang mewajibkan kepala Kanwil Kemenag seluruh Indonesia untuk mendukung penerapan aplikasi SIMKAH pada seluruh KUA, ujarnya.

Untuk mendukung kebijakan ini, tambahnya, aplikasi yang sudah dipergunakan oleh lebih dari seribu KUA ini akan dijadikan salah satu indikator penilaian KUA teladan pada tahun 2013. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mengacu kepada penilaian publik yang dilaksanakan oleh Kemenpan dan Reformasi dan Birokrasi yang menjadikan penerapan IT sebagai salah satu indikator penilaian layanan publik, tutupnya. (yats)

sumber : http://bimasislam.kemenag.go.id

Senin, 15 Oktober 2012

KUA Peusangan Selatan Luncurkan Aplikasi Online



Bireuen- Kantor Urusan Agama (KUA), Kecamatan Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen, meluncurkan Sistem Informasi Management Nikah (Simkah) dan sudah terdaftar sebagai Kantor Urusan Agama Online di Dirjen Bimas Islam. Dilaporkan, program tersebut sudah berjalan sejak bulan september 2012.

Kepala KUA Kec. Peusangan Selatan, Drs. Sabri H. Bencut mengatakan, fungsi dan manfaat Simkah yakni membangun system informasi management pernikahan yang dicatat di KUA-KUA serta database dengan memanfaatkan teknologi yang dapat mengakomodasikan kebutuhan management maupun membangun integrasi antara KUA di tingkat daerah hingga pusat.

“Ini kita lakukan dalam rangka perkembangan zaman yang semakin canggih dan menghadapi era global, saat ini pegawai dituntut bekerja dengan menggunakan kemajuan tekhnologi. Dengan Simkah, proses pendaftaran nikah, pemeriksaan sampai pada pencetakan akta sudah menggunakan komputer dan printer. Bahkan kedepan jika KUA Kec. Peusangan Selatan sudah memilki printer khusuh yang dapat mencetak buku nikah, maka buku nikah tidak lagi ditulis tangan dan akan menjadi kepuasan tersendiri bagi pasang suami isteri karena memiliki buku nikah yang rapi,” ujarnya. Menurutnya, berbagai manfaat dapat dirasakan setelah menggunakan Simkah karena aplikasi Simkah juga dapat dimanfaatkan untuk wakaf dan lainnya. Sebagai informasi tambahan, masyarakat juga dapat mengakses web/blog KUA Kec. Peusangan Selatan: http://kua-pselatan.blogspot.com, email: kua_p.selatan@yahoo.co.id dan Akun FB: Kua Peusangan Selatan (MS)

Rabu, 30 Mei 2012

WTP Kemenag Diraih dengan Kerja Keras

Jakarta (Pinmas)—Irjen Kementerian Agama M. Suparta mengakui, predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kementerian Agama Tahun 2011, merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran kementerian tersebut.
“Ini merupakan hasil kerja keras semua jajaran Kemenag,” katanya sambil mengucapkan rasa syukur di Jakarta, Rabu (30/5).
Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, di jajaran Kementerian Agama memang terjadi perubahan dan perbaikan besar-besaran. Pradigma baru di kalangan jajaran Kemenag membawa perubahan pula terhadap kinerja para karyawan.
“Bagi saya, ini prestasi sangat luar biasa,” jelas Suparta.
Kendati prestasi itu telah diraih, Suparta melanjutkan, hal itu jangan membuat seluruh jajaran Kementerian Agama lantas mengendur kinerjanya. Kewaspadaan harus tetap tinggi lantaran mempertahankan prestasi yang terbaik itu jauh lebih berat dari pada meraihnya.
Kedepan, jajaran Kemenag harus menjadi barisan terdepan di antara kementerian lain. Hal ini memang tidak mudah. Apalagi di Kementerian Agama memiliki 4474 Satuan Kerja (Satker). Di kementerian lain, gak ada Satker sebanyak itu. Namun ia menegaskan bahwa hal itu bisa diatasi selama seluruh karyawan bekerja memegang aturan yang berlaku dengan didukung kerja ikhlas.
Kata kuncinya, kata Suparta, kerja ikhlas dengan disusul keteladanan. WTP adalah prestasi luar biasa yang dicapai kementerian ini sehingga kedepan, untuk mempertahankannya, tidak ada pilihan lain harus bekerja lebih keras lagi sesuai aturan yang berlaku sebagai acuannya.
Sementara itu Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenag Zubaedi mengatakan hingga kini belum mendapat kejelasan bahwa Kemenag mendapat predikat WTP. Ibarat keputusan dari Mahkamah Agung (MA), pihaknya belum mendapat salinan putusan. Tetapi, dari laporan yang didengar, ia membenarkan predikat tersebut memang benar diterima Kemenag.
Sejauh ia ketahui, upaya untuk mendapatkan WTP sudah lama dicanangkan Menag Suryadharma Ali. Banyaknya Satker di lingkungan Kemenag sesungguhnya bukan hambatan untuk mendapatkan predikat WTP. Justru itu harus diraih. Tentu prosedur untuk mencapai hal itu dilakukan dengan tetap mengindahkan aturan yang ada, berjalan sesuai dengan “on the track”, katanya.
Proses perencanaan hingga pelaksanaan dan pelaporan harus akuntabel. Tentu di dalamnya mengandung pengertian menghindari penyimpangan. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di setiap Satker diperkuat, ia menjelaskan.
Ia menambahkan, rekrutmen tenaga akuntan yang kompeten beberapa tahun silam ternyata ikut mengubah wajah Kemenag. Dengan begitu, ekspektasi masyarakat yang menghendaki wajah Kemenag “bersih” dari tindakan tercela, dapat dijawab saat Kemenag mendapat WTP. Karena tuntutan masyarakat demikian tinggi, tentu ke depan harus lebih keras lagi bekerja dan berhati-hati. (ant/ess)

sumber : kemenag.go.id

Kamis, 02 Februari 2012

KUA Peusangan Selatan "Luncurkan" Mading SAMARA


 Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen Drs. Sabri H. Bencut pada Senin (16/01/2012) resmi meluncurkan satu program baru di KUA Kec. Peusangan Selatan, yaitu Mading SAMARA.
Mading SAMARA adalah akronim (singkatan-baca) dari Majalah Dinding Sakinah, Mawaddah wa Rahmah. Ide penerbitan mading ini didasarkan pada perkembangan tekhnologi informasi yang begitu cepat dan terkadang “tidak tentu arah”, dimana sebahagian orang memanfaatkan hal tersebut sebagai sarana untuk melakukan hal-hal negatif, antara lain: penyesatan aqidah, pengaburan pemahaman beragama, perusakan moral, provokasi (adu-domba-red), dan lain-lain.
Maka dari itu, Kepala KUA Kec. Peusangan Selatan berfikir penting melahirkan satu media yang mampu meminimalisasi hal-hal tersebut di atas, untuk itu terpilihlah mading sebagai sarananya.
Mading yang pengelolaannya diasuh oleh Mulyadi Sulaiman, S.H.I dan Tgk. Gunawan, S.S sebagai pimpinan dan sekretaris redaksi ini, insyaallah akan terbit dua kali dalam satu bulan dengan mengambil jadwal minggu pertama dan ke-tiga. Adapun yang menjadi rubrik pada mading ini,  yaitu: Ruang Redaksi, Info KUA, BP4, Konsultasi Hukum, Cerita Hikmah, Tokoh, Untaian, Tekhnologi, Galeri dan Peristiwa.
Bertepatan dengan peluncuran ini, terbit pula Mading SAMARA edisi 1, Januari 2012/Safar 1433 H. (Mulyadi Sulaiman)
JADWAL SHALAT DI SELURUH WILAYAH INDONESIA

Jazakumullah Kullu Khair Wa Ahsanu Jaza
Terima Kasih Atas Kunjungan nya !
Kirimkan segala Kritikan, saran dan masukan sobat-sobat semua
ke alamat : kuapeusanganselatan@gmail.com